Kita sering sekali melihat nama seseorang entah itu saudara, tetangga, maupun orang tua kita sendiri yang di depan namanya terdapat gelar haji. Gelar haji sendiri bisa didapat setelah seseorang berhasil menunaikan rukun islam ke lima, karena tidak semua orang bisa menunaikan ibadah tersebut, gelar haji menjadi nilai prestise tersendiri bagi mereka yang memiliki gelar tersebut, sampai - sampai ada beberapa orang yang tersinggung jika gelar haji mereka tidak disertakan saat mereka disapa ataupun undangan tertulis entah itu di undangan pernikahan, maupun acara formal/informal lainnya. Namun tau engga sih asal usul dari pemberian "label" haji tersebut ? sadar enggak ternyata gelar haji merupakan "label" peninggalan yang diberikan penjajah Belanda untuk memudahkan mereka dalam menekan gerakan perlawanan kemerdekaan?
Mungkin kita ga asing sama tokoh - tokoh kemerdekaan di Indonesia seperti HOS Tjokroaminoto yang mendirikan Sarekat Islam pasca beliau menunaikan ibadah haji, Ki Hajar Dewantara di bidang pendidikannya, atau Haji Misbach yang anti kapitalis dan Belanda. Ya mereka semua adalah haji dan masih banyak lagi orang - orang Indonesia yang membawa perubahan setelah pulang Haji. Tentu hal ini disadari Belanda, karena saat berangkat haji lah banyak orang - orang dari seluruh dunia berkumpul ke kota suci untuk menjalankan ibadah, serta saling bertukar fikiran.
Belanda pun mensiasati masalah ini dengan mengeluarkan Staatsblad tahun 1903. Peraturan ini mulai berlaku pada 1911, dimana Belanda akan memberikan gelar orang yang sudah menunaikan ibadah Haji serta mengkarantinai orang - orang Indonesia yang mau menunaikan atau sesudah ibadah Haji. Di pulau Cipir dan pulau Onrust yang terletak di kepulauan Seribu. Jadi jika terjadi pemberontakan, Belanda dengan mudah menangkap para Haji yang diduga merupakan penggerak dari pemberontakan tersebut.
Showing posts with label Kolonialisme. Show all posts
Showing posts with label Kolonialisme. Show all posts
Thursday, 29 December 2016
Apa yang membedakan Imperialisme dengan kolonialisme ?
Kolonialisme dan imperalisme keduanya memiliki sifat yang sama yaitu dominasi ekonomi dan politik diatas pihak lain, sehingga tak heran mereka berdua sering disebut secara bersama - sama. Namun tahu kah anda ? Ternyata kedua istilah tersebut memiliki arti dan maksud yang berbeda.
Namun sebelum kita mengulas arti dan perbedaan dari kedua istilah tersebut, alangkah lebih baiknya kita menelusuri asal - usul dari istilah tersebut. Istilah Imperialisme ternyata lebih dulu ada jauh sebelum istilah kolonialisme tercetus, yaitu sejak jaman Romawi, berasal dari bahasa latin yaitu "imperium" yang berarti "memerintah". Sedangkan istilah Kolonialisme tercetus sekitar abad ke 15 dimana bangsa Eropa mulai mengekspansi wilayah nya secara besar - besaran ke "dunia baru", yaitu berasal dari bahasa latin "Colonus" yang berarti petani. Nah berdasarkan beberapa sumber yang admin baca, terdapat poin - poin penting yang membedakan Imperialisme dan kolonialisme.
Pertama kalau kolonialisme berarti menguasai wilayah negara lain, kalau Imperialisme tidak harus menguasai negara lain (bisa membentuk negara boneka, atau faktor yang disengaja apapun yang membuat negara tersebut menjadi tunduk sama negara Imperialis).
Kedua Kolonialisme biasanya melakukan program transmigrasi, yaitu memindahkan rakyat di negara induk untuk dipindahkan ke negara koloni (biasanya untuk menyingkirkan warga pribumi), sedangkan Imperialisme tidak harus.
Dan yang terakhir, Kolonialisme sering dipakai merujuk ke wilayah koloni Eropa seperti di India, Brasil, Selandia Baru, Australia, Aljazair, dll. Yang dimana bangsa Eropa melakukan imigrasi skala besar ke wilayah tersebut. Sedangkan untuk contoh Imperialisme yaitu "perebutan Afrika" pada akhir abad ke 19, dominasi Amerika di Filipina, dan Puerto Riko Secara garis besar suatu negara bisa menerapkan Kolonialisme harus sudah menerapkan Imperialisme terlebih dahulu.
Memiliki pendapat lain ? anda bisa menyampaikannya di kolom komentar.
Namun sebelum kita mengulas arti dan perbedaan dari kedua istilah tersebut, alangkah lebih baiknya kita menelusuri asal - usul dari istilah tersebut. Istilah Imperialisme ternyata lebih dulu ada jauh sebelum istilah kolonialisme tercetus, yaitu sejak jaman Romawi, berasal dari bahasa latin yaitu "imperium" yang berarti "memerintah". Sedangkan istilah Kolonialisme tercetus sekitar abad ke 15 dimana bangsa Eropa mulai mengekspansi wilayah nya secara besar - besaran ke "dunia baru", yaitu berasal dari bahasa latin "Colonus" yang berarti petani. Nah berdasarkan beberapa sumber yang admin baca, terdapat poin - poin penting yang membedakan Imperialisme dan kolonialisme.
Pertama kalau kolonialisme berarti menguasai wilayah negara lain, kalau Imperialisme tidak harus menguasai negara lain (bisa membentuk negara boneka, atau faktor yang disengaja apapun yang membuat negara tersebut menjadi tunduk sama negara Imperialis).
Kedua Kolonialisme biasanya melakukan program transmigrasi, yaitu memindahkan rakyat di negara induk untuk dipindahkan ke negara koloni (biasanya untuk menyingkirkan warga pribumi), sedangkan Imperialisme tidak harus.
Dan yang terakhir, Kolonialisme sering dipakai merujuk ke wilayah koloni Eropa seperti di India, Brasil, Selandia Baru, Australia, Aljazair, dll. Yang dimana bangsa Eropa melakukan imigrasi skala besar ke wilayah tersebut. Sedangkan untuk contoh Imperialisme yaitu "perebutan Afrika" pada akhir abad ke 19, dominasi Amerika di Filipina, dan Puerto Riko Secara garis besar suatu negara bisa menerapkan Kolonialisme harus sudah menerapkan Imperialisme terlebih dahulu.
Memiliki pendapat lain ? anda bisa menyampaikannya di kolom komentar.
Tuesday, 27 December 2016
Penjualan Alaska Rusia ke Amerika Serikat
Pada abad ke-18 penjelajah Rusia menginjakan kaki ke Alaska, mereka merubah Alaska yang tadinya hanya wilayah salju tak berharga, menjadi salah satu pusat perdagangan Internasional. Orang - orang berjualan kain Cina, teh, es, taring anjing laut, dan kulit bulu berang - berang laut yang memang pada saat itu harga nya tidak kalah jauh dengan gading Gajah. Tidak hanya disitu Rusia juga membangun galangan kapal, pabrik, dan tambang batubara, konon Rusia juga percaya Alaska menyimpan kekayaan emas yang memang belum dijamah oleh kerajaan. Tentu menjual Alaska adalah tindakan konyol mengingat kontribusi Alaska dalam mengisi kas negara namun keadaan berkata lain.
Alaska pada saat itu dipimpin oleh seorang pedagang yang penuh talenta ia adalah Aleksandr Baranov. Dimasa kemimpinan beliau Alaska berkembang sangat pesat, ia membangun pabrik, galangan kapal, sekolah, dan mengajarkan warga pribumi bercocok tanam. Keuntungan penjualan komoditas dagang meningkat 1000%. Baranov pensiun dan digantikan oleh kapten AL Rusia Hagemeister. Dibawah pimpinan dia Alaska malah merugi, ia menurunkan harga komoditas kulit berang - berang laut dan taring anjing laut yang dibeli dari pribumi sebanyak 2 kali lipat, dan dijual dengan harga biasa ke negara lain. Akibatnya perburuan berang - berang dan anjing laut semakin tak terkendali dan membuat perburuan semakin sulit, kaum pribumi pun menjadi hidup melarat dan memberontak.
Hagemeister juga meningkatkan upah tentara dan pejabat perusahaan dagang tanpa diseimbangi oleh menaiknya keuntungan. Akhirnya Alaska rugi besar dan kas pajak ke Rusia pun berkurang.
Tahun 1850an Rusia sedang mengalami krisis finansial, hutang - hutang yang mau jatuh tempo, dan diperburuk oleh perang Krimea antara kerajaan Rusia melawan Inggris, Turki Utsmani, dan Perancis. Keamanan di Alaska pun juga terancam karena Rusia kehilangan superioritas di laut timur jauh (pasifik bagian utara), Alaska pun terancam jatuh ke pihak Inggris. Dari pada takut tak dapat apa - apa di Alaska dengan terpaksa Rusia menjual Alaska ke Amerika. 1867, Akhirnya Amerika sepakat membeli Alaska seharga 7,2 Juta dolar AS.
Ada hal unik dalam peristiwa ini, dimana baik rakyat Amerika Serikat maupun Rusia saling menyalahkan pemerintah karena transaksi ini dianggap tidak menguntungkan, bagi rakyat Rusia, Alaska memiliki potensi besar yang belum dijaman oleh kekaisaran Rusia. Sedangkan bagi rakyat Amerika Serikat, pemerintah Amerika Serikat terlalu bodoh membeli tanah membeku yang kian merugi seharga 7,2 Juta Dollar. Namun waktu menjawab nya ketika pemerintah AS menemukan cadangan minyak yang cukup banyak di Alaska.
![]() |
| Aleksandr Baranov |
Tahun 1850an Rusia sedang mengalami krisis finansial, hutang - hutang yang mau jatuh tempo, dan diperburuk oleh perang Krimea antara kerajaan Rusia melawan Inggris, Turki Utsmani, dan Perancis. Keamanan di Alaska pun juga terancam karena Rusia kehilangan superioritas di laut timur jauh (pasifik bagian utara), Alaska pun terancam jatuh ke pihak Inggris. Dari pada takut tak dapat apa - apa di Alaska dengan terpaksa Rusia menjual Alaska ke Amerika. 1867, Akhirnya Amerika sepakat membeli Alaska seharga 7,2 Juta dolar AS.
![]() |
| Cek senilai 7,2 Juta Dollar AS yang diberikan ke kekaisaran Rusia |
Ada hal unik dalam peristiwa ini, dimana baik rakyat Amerika Serikat maupun Rusia saling menyalahkan pemerintah karena transaksi ini dianggap tidak menguntungkan, bagi rakyat Rusia, Alaska memiliki potensi besar yang belum dijaman oleh kekaisaran Rusia. Sedangkan bagi rakyat Amerika Serikat, pemerintah Amerika Serikat terlalu bodoh membeli tanah membeku yang kian merugi seharga 7,2 Juta Dollar. Namun waktu menjawab nya ketika pemerintah AS menemukan cadangan minyak yang cukup banyak di Alaska.
Saturday, 24 December 2016
Kebun Manusia
![]() |
| Anak kecil Afrika yang dipamerkan di kebun manusia, Brussel, Belgia 1958 |
Kebun manusia pertama kali berdiri sekitar abad 16, dimana manusia dari negara jajahan terutama di benua Afrika dan Amerika diambil dan ditaruh di kandang untuk dipamerkan kepada orang - orang banyak atau hanya sekedar sebagai koleksi pribadi. Orang Eropa pada masa itu percaya bahwa orang kulit hitam merupakan peralihan evolusi dari primata ke manusia kulit putih. Kegiatan ini sering mendapat kecaman dan kritik karena dianggap sebagai tindakan rasial dan biadab.
Awal perkembangan dari kebun manusia dipercaya berawal dari masa renaisans dimana sebuah keluarga bangsawan di Italia bernama Medici memiliki hobi mengoleksi binatang eksotis dan berbagai macam manusia dari berbagai ras lalu dikumpulkan disebuah "kebun binatang" pribadi yang berada di Vatican. Pada akhir abad 19 kebun manusia mulai populer di kalangan orang Eropa. Kebun manusia bisa mudah ditemukan di kota - kota besar di Eropa seperti Paris, London, Brussel, Berlin, Antwerp, dll.
![]() |
| Museum sejarah hidup |
Seiring gencarnya kritik dari kaum humanis, maupun dari orang kulit hitam itu sendiri praktik kebun manusia mulai perlahan ilang. Namun untuk saat ini museum sejarah hidup dipastikan merupakan salah satu bentuk kebun manusia (namun untuk yang ini lebih manusiawi), dimana pada museum tersebut terdapat karyawan atau relawan memakai pakaian dan melakukan aktivitas sehari - hari dalam budaya lain pada periode tertentu seperti bercocok tanam, beternak ayam, memasak dll. Sementara pengunjung menyaksikan aktivitas mereka.
Subscribe to:
Posts (Atom)






