Showing posts with label PD 2. Show all posts
Showing posts with label PD 2. Show all posts

Friday, 27 January 2017

7 Fakta tentang Adolf Hitler yang mungkin anda tidak ketahui

Siapa yang tak kenal Adolf Hitler ? pemimpin Jerman yang esentrik itu hampir saja menguasai seluruh Eropa, dengan taktik dan kemajuan teknologi Jerman dibawah pimpinannya pada saat Perang Dunia ke 2. Jadi tidak heran namanya selalu disebut - sebut dalam buku sejarah, entah itu buku sejarah SD, SMP, maupun SMA. Yah minimal kalau anda terlalu awam terhadap sejarah pasti pernah mendengar namanya walaupun hanya satu kali. Namun tahukah anda ternyata terdapat beberapa fakta yang mungkin anda tidak ketahui ?.

1. Pernah bercita - cita menjadi pelukis

Lukisan cat air karya Adolf Hitler, 1914
Siapa sangka diktator yang terkenal bengis, dan membantai jutaan manusia yang dianggap untermensch (ras rendahan) itu pernah bercita - cita sebagai pelukis ?

Sedari kecil Adolf Hitler sangat gemar melukis, dan ingin sekali masuk sekolah seniman. Namun sang ayah Alois Hitler melarang anaknya untuk mengembangkan bakatnya, Alois ingin Adolf mengikuti jejaknya sebagai pegawai yang sukses di biro bea cukai, dengan cara memasukan Adolf ke sebuah SMA di Linz, Austria. Di sana Adolf kerap mendapat nilai jelek baik disengaja maupun tidak dengan harap bahwa nilai jelek tersebut Alois mau menyekolahkan anaknya ke sekolah seni, namun Alois tetap ngotot untuk menyekolahkan Adolf di SMA tersebut.

Pasca kematian Alois, akhirnya ibu Adolf Hitler yang bernama Klara, mengizinkan Adolf untuk keluar sekolah. Hidup sebagai anak yatim merupakan hal sulit bagi Adolf, ia harus menjadi buruh dan menjual hasil lukisannya ke orang - orang. Ia juga pernah mencoba mengikuti tes masuk Akademi Seni Rupa Wina, namun ditolak sampai 2 kali. Namun disatu sisi Adolf merupakan seorang penganut nasionalis ekstrim Jerman, nah karena hal inilah yang membuat Adolf memulai karir militernya di Jerman saat PD 1 pecah.

2. Tidak diketahui pasti kapan ia mulai menjadi anti Yahudi

Orang - orang Yahudi yang dimasukan ke kamp konsentrasi
Para sejarawan tidak ada yang mengetahui pasti kapan Hitler mulai membenci Yahudi. Namun menurut pengakuan Hitler sendiri yang pernah ia tulis di bukunya yang fenomenal "Mein kampf" ia berubah menjadi anti Yahudi saat ia tinggal di Wina, Austria. Kebetulan prasangka dan ketakutan akan imigran Yahudi dari timur merupakan hal yang lumrah di Wina.

Namun hal itu dibantah oleh sahabat Hitler sendiri yaitu August Kubizek, bahwa Hitler sudah menjadi anti Yahudi jauh sebelum meninggalkan Linz. Kebencian Hitler terhadap Yahudi pun makin bertambah ketika Jerman kalah saat Perang Dunia 1 usai.

3. Sejarah kumis kotaknya Hitler


Hitler saat  PD 1 (kiri) dan Hitler pada PD 2 (kanan)
Banyak yang bertanya - tanya mengapa Hitler memilih gaya kumis kotak, apakah tidak ada gaya kumis lain yang lebih keren daripada kumis kotak ala Charlie Chaplin itu ?. Ternyata kumis kotak Hitler sendiri memiliki sejarah.

Pada saat Perang Dunia 1, Hitler yang merupakan salah satu serdadu Jerman selalu mengalami kesulitan setiap memasang masker gas. Penyebab kesulitannya adalah kumisnya sendiri (lihat gambar kiri), maka dari hal itu atasan Hitler memerintahkan Hitler untuk mencukur kumisnya sendiri supaya lebih mudah untuk memakai masker gas. Dan gaya kumis tersebut terus Hitler pertahankan sampai akhir hayatnya ketika PD 2 berakhir.

4. Nyaris tewas ditangan pasukan Inggris

Henry Tandey
Walaupun kebenarannya masih diperdebatkan, ada suatu kisah di sebuah desa di Perancis bernama Marcoing. Pada 28 September 1918, Tandey masuk kedalam bagian Resimen ke 5 Duke Wellington. Ia melihat sesosok pasukan Jerman yang tak berdaya, bahkan tak mampu mengangkat senjata.

Kasihan melihat kondisi pasukan Jerman tersebut, Tandey memutuskan untuk tidak menembak. Melihat Tandey menurunkan senapannya, seorang pasukan Jerman lain mulai membopong temannya yang terluka untuk dievakuasi ke tempat yang aman, dan mengisyaratkan terima kasih ke Tandey karena tidak menembak. Dan ternyata pasukan Jerman yang terluka tadi diyakini adalah Adolf Hitler.

Entah akan apa yang Tandey lakukan, jika ia mengetahui bahwa Hitler yang ia kasihani akan menjadi pemicu Perang Dunia 2.

5. Naik tampuk kekuasaan melalui pemilu yang demokratis

Berbeda seperti negara otoriter lain di Dunia yang sebagian besar kekuasaan nya bisa lahir melalui kudeta ataupun revolusi. Adolf Hitler mampu naik tampuk kekuasaan melalui pemilu demokratis.

Walaupun sebelumnya ia pernah mencoba melakukan revolusi pada 1922, namun gagal karena kurangnya dukungan. Akhirnya karena tindakan pengkhianatan itu, ia dijebloskan ke penjara selama 5 tahun. Beruntungnya di penjara Hitler diperlakukan bak pahlawan bagi para narapidana yang ada di penjara. Dan di penjara ini lah buku Hitler yang fenomenal yaitu "Mein Kampf" (perjuangan ku) lahir.

Karena peristiwa itu partai Hitler yaitu NSDAP menjadi partai terlarang di Jerman. Namun melalui proses negosiasi yang panjang dan janji Hitler yang akan memilih jalan yang demokratis, akhirnya partai NSDAP boleh ada, namun Hitler dilarang untuk tampil berpidato di ruang publik.


6. Mendapatkan pengobatan gratis dari seorang dokter Yahudi

Eduard Bloch
Eduard Bloch adalah seorang Yahudi-Austria dan juga merupakan seorang dokter yang biasa merawat keluarga Hitler, khusus nya Adolf Hitler sedari kecil.

Ia juga yang merawat Ibu Hitler yaitu Klara Hitler yang menderita penyakit kanker payudara. Pada 1907 setelah mengalami penderitaan dari perawatan kanker payudara Klara meninggal dunia. Karena melihat keadaan ekonomi keluarga Hitler. Bloch akhirnya membebaskan biaya perawatan yang telah didapatkan Klara Hitler. Adolf Hitler pun sangat berterima kasih, dan dituliskannya di kartu pos.

Pasca Anschluss atau dianeksasi nya Austria ke dalam bagian Jerman pada tahun 1938. Banyak orang - orang Yahudi termasuk Bloch mengalami hidup susah, praktik kedokteran nya di Austria ditutup pada 1 Oktober 1938. Ia dan keluarganya pun memutuskan untuk berimigrasi ke Amerika Serikat.

Bloch juga menuliskan surat ke Hitler untuk meminta perlindungan selama proses kepengurusan perpindahan keluarganya ke Amerika Serikat. Hitler pun mengabuli permintaan Bloch, semasa proses perpindahan keluarga Bloch mendapat perlindungan dari Gestapo. Bloch mampu menjual rumah nya dengan harga wajar, berbeda dengan Yahudi lainnya yang hanya mampu menjual rumah nya dengan harga rendah. Ia juga diizinkan untuk membawa uang sebesar 16 Reichmark ke luar negeri, dibandingkan Yahudi lainnya yang hanya diizinkan membawa 10 Reichmark ke luar negeri. Hitler menyebut Bloch sebagai Yahudi yang mulia.

7. Menangkap Yahudi yang dulu merekomendasikannya penghargaan Iron Cross

Hugo Guttman
Saat Perang Dunia 1, atas keberaniannya di medan pertempuran Hitler mendapatkan penghargaan medali Iron Cross. Iron Cross sendiri merupakan penghargaan tergengsi di kalangan militer Jerman.

Namun hal itu sebenarnya tak serta merta bisa didapatkan Hitler dengan sendirinya. Hitler bisa mendapatkan penghargaan tersebut karena direkomendasikan oleh Hugo Guttman yaitu atasannya Hitler saat Perang Dunia 1. Saat Hitler naik tampuk kekuasaan, Hitler mulai memberlakukan Undang - Undang anti Yahudi.

Sudah jelas dengan adanya Undang - Undang ini banyak orang Yahudi yang ditangkap dan dikirim ke kamp konsentrasi. Salah satu nya Guttman, ia ditangkap Gestapo, namun setelah diketahui siapa dia sebenarnya, Guttman dibebaskan. Ia pun pindah ke Belgia. Dan saat Perang Dunia 2 pecah ia pindah ke Amerika Serikat.

Friday, 20 January 2017

4 fakta tentang Lyudmila Pavlichenko sniper wanita paling mematikan dalam sejarah

Lyudmila Pavlichenko adalah seorang sniper wanita asal Soviet Ukraina yang tercatat berhasil membunuh 309 pasukan blok poros pimpinan Jerman dalam rentan waktu kurang lebih  satu tahun, karena prestasinya inilah ia dinobatkan sebagai salah satu sniper paling mematikan dalam sejarah, dan merupakan Sniper wanita paling mematikan.

Lahir di Bila Tserkva, Soviet Ukraina pada 12 Juli 1916. Lyudmila pindah ke Kiev bersama keluarganya pada usia 14 tahun. Disana ia mengikuti klub menembak, dan kemampuan nya berkembang menjadi penembak jarak jauh, ketika bekerja di pabrik senjata di Kiev. Dan mendapat gelar master di bidang Sejarah di universitas Kiev 1937. Juni 1941, Lyudmila sudah berumur 24 tahun dan tahun ke 4 ia menuntut ilmu di universitas kiev. Saat itu Jerman mulai menginvasi Uni Soviet, Lyudmila melamar sebagai pasukan sukarela, namun karena ia seorang wanita ia diminta untuk menjadi perawat. Tetapi Lyudmila tetap ngotot dan bahkan membawa semua penghargaan juara menembaknya ke petugas penerima. Terkesan melihat penghargaan yang dimiliki Lyudmila, Ia pun akhirnya diterima sebagai sniper di divisi senapan ke 25 tentara merah, dan dibekali dengan senapan SVT-40 dengan teleskop yang perbesaran nya 3,5 kali. Ia ditugaskan selama dua setengah bulan di Odessa dan tercatat membunuh 187 orang. 

Ketika sekutu Jerman, Rumania berhasil merebut Odessa. Ia diperintahkan untuk mempertahankan Sevastopol selama 8 bulan, di sana ia tercatat berhasil membunuh 257 pasukan Jerman. Total pasukan axis yang ia sudah bunuh adalah 309 orang, termasuk 36 sesama sniper. Juni 1942 ia terluka oleh serangan mortir. Karena nama ia sudah sangat besar dan menjadi salah satu simbol kepahlawanan Uni Soviet sehingga kalau ia tewas akan berdampak pada moril tentara merah. Maka setelah sembuh dari luka nya ia ditarik dari medan pertempuran, dan menjadi instruktur Sniper sampai akhir karirnya pada tahun 1953. Berikut adalah 4 fakta - fakta mengenai sniper wanita yang satu ini.

1. Sniper yang tidak tega membunuh makhluk hidup

Apa jadinya jika seorang penembak jitu atau sniper yang tugas nya adalah membunuh manusia, tapi tidak berani membunuh makhluk hidup ?. Hal itu pernah di alami oleh Lyudmila, pada awal nya ia tidak tega untuk membunuh pasukan Jerman, namun keadaan berubah ketika seorang "Spotter" yang biasa menemaninya tewas tertembak didepan mata kepala lyudmila sendiri.

Hal itu langsung merubah hidup Lyudmila, ia mulai antipati terhadap pasukan Jerman, bahkan ia menganggap bahwa pasukan Jerman bukanlah sebuah manusia. Kesadisan nya terus bertambah ketika ia mulai kehilangan orang yang dicintainya.

2. Lebih memilih menembak kaki

Biasanya para penembak jitu memilih untuk menembak kepala ataupun area vital lainnya, tujuannya supaya musuh langsung tewas dalam satu kali tembakan. Namun berbeda apa yang dilakukan Lyudmila, ia lebih suka menembak kaki musuhnya. Alasannya supaya sang musuh menderita, dan bahkan meminta pertolongan temannya, dan pada akhirnya keduanya akan tewas ditangan Lyudmila.

Sebenarnya ada hal yang mendasari mengapa Lyudmila melakukan hal demikian, awalnya ia menikah dengan seorang Sersan Major yang bernama Leonid Kitsenko yang bukan lain adalah seorang "Spotter" yang biasa menemaninya dimedan pertempuran. Suatu hari Kitsenko tewas dipertempuran. Karena peristiwa inilah membuat Lyudmila menjadi lebih kejam.

Dari pada menembak kepala yang hanya akan membuat musuh langsung tewas, ia malah menembak kaki musuh nya, tujuannya supaya musuh tersebut menderita, dan mengundang pasukan musuh lain untuk menghampiri dan menolong rekan seperjuangan nya yang terluka. Dan pada akhirnya musuh yang berusaha menolong rekan nya tersebut pun mendapat penderitaan yang sama. 

3. Pelacur Rusia dari neraka

Lyudmila dianggap sebagai momok mengerikan bagi pasukan Jerman yang bertugas dalam penyerangan Sevastopol. Oleh karena itulah Jermab menjulukinya sebagai "Pelacur Rusia dari Neraka" atau dalam bahasa inggris bisa disebut sebagai "Russian bitch from hell".

4. Bukan membunuh manusia melainkan fasis

Setelah dipanggil dari medan pertempuran. Istri Presiden Roosvelt, Eleanor Roosvelt tertarik akan kisah hidup Lyudmila dan mengundangnya ke Amerika Serikat. Sampai disana Lyudmila dicecar pertanyaan oleh wartawan Amerika "Nona Pavlichenko, berapa banyak manusia yang anda bunuh ?", mendengar pertanyaan itu Lyudmila langsung menjawab "309", dengan sedikit ragu karena tidak mungkin seorang wanita mampu melakukan hal itu sang wartawan kembali bertanya "apakah mereka semua adalah manusia?", dengan enteng Lyudmila menjawab "bukan manusia, melainkan seorang Fasis".

Thursday, 29 December 2016

Ketika Nazi Jerman tak sengaja membombardir kotanya sendiri

Freiburg pada masa pemerintahan Nazi di Jerman
Pada masa Perang Dunia 2 sistem navigasi tidak secanggih sekarang, radar pun belum terlalu marak digunakan, yang diandalkan adalah insting dan keberuntungan kru pesawat. Dan tentu hal tersebut sangat riskan. Seperti hal nya terjadi pada 3 unit pesawat He 111 yang merupakan bagian dari 8th Season of Fighter Squadron 51, mereka secara tak sengaja mengebom kota Freiburg yang merupakan bagian Jerman.

Kejadian berawal pada tanggal 10 Mei 1940. Ketiga pesawat tersebut diperintahkan untuk mengebom kota Perancis di Dijon. Biasa nya acuan utama angkatan udara Jerman mengetahui bahwa mereka sudah memasuki wilayah Perancis adalah sungai Rhine (yang bertetangga dengan kota Freiburg). Namun karena cuaca yang cukup berawan membuat kru pesawat mengira mereka sudah berada di atas target. 

Peta Freiburg dan sungai Rhine

Sekitar pukul 4 sore mereka semua menjatuhkan 69 bom. Bom tersebut mengenai sekitar stasiun kereta dan menewaskan 57 orang. Sebelum nya pasukan pertahanan udara Jerman sudah menyadari ada pesawat Jerman, dan menganggap mereka hanya lewat dan ingin menuju Perancis. Namun siapa sangka mereka salah besar. Karena ini merupakan peristiwa memilukan sekaligus memalukan. 

He-111


Para petinggi Jerman berusaha menutupi kejadian ini. Dan memberi keterangan palsu ke media dan mengatakan bahwa ini merupakan ulah Perancis. Keterangan ini ditelan mentah - mentah oleh media Jerman salah satunya Freiburger Zeitung yang menulis "licik, serangan udara yang dilakukan oleh seorang pengecut yang telah melanggar hukum internasional, dan kemanusiaan". 7 bulan kemudian Hitler mengutuk Churchill dan antek - antek nya karena telah melakukan tindakan terorisme mengebom rakyat sipil di Freiburg.

Ironisnya fakta bahwa Jerman tak sengaja mengebom kotanya sendiri baru terungkap pada Agustus 1980. Ketika mantan Jenderal luftwaffe Josef Kammhuber angkat bicara bahwa pengeboman Freiburg adalah sepenuhnya kesalahan Jerman.

Gun Synchronization Gear

yang diberi lingkaran merah merupakan contoh senapan mesin pesawat yang di taruh dekat baling - baling dan menggunakan synchronization Gear.
Mungkin bagi kalian yang pecinta perang dunia 2 atau yang pernah bermain game perang - perangan pesawat bertema PD2 seperti Warthunder, World Of Warplanes, atau yang lebih lawas kaya Battlestations Pasific, ga asing lagi sama pesawat Jepang, Uni Soviet, Jerman, dan beberapa pesawat Amerika yang menaruh persenjataan pesawat nya di deket baling - baling. Lantas pernah ga sih kalian bertanya - tanya "kok bisa ya sang pilot mampu menembak senapan pesawat nya yang terletak didekat baling - baling tanpa merusak baling - baling pesawat tersebut?"

Pada awal Perang Dunia 1 baik Jerman ataupun Perancis hanya menggunakan pesawat sebagai alat pengintai. Namun para Perwira kedua belah pihak saling berfikir kenapa mereka tidak membuat pesawat yang mampu untuk menghancurkan target. Awal nya kedua pihak menaruh senapan mesin dibadan pesawat yang dioperasikan oleh seorang penembak sementara pilot hanya sibuk menerbangkan pesawat. Namun salah seorang perwira Jerman berpendapat alangkah baiknya jika kita mampu mendesain persenjataan pesawat yang terkoordinasi dengan baling - baling pesawat, karena dianggap lebih efektif. Singkat cerita Gun Synchronization/interrupter tercipta dan mulai diterapkan di pesawat. Alat ini mampu membuat frekuensi hentakan peluru dan putaran baling saling terkoordinasi. Konsep kerjanya cukup sederhana ketika pilot menekan pelatuk senapan mesin pesawat, Interrupter mampu membuat senapan mesin pesawat untuk tidak mengeluarkan peluru ketika baling - baling melewati lubang tembakan, dan kembali menembak ketika baling - baling sudah lewat. Konsep ini terus dipakai pada pesawat perang Dunia 2. Adapun kekurangan yang dimiliki adalah frekuensi hentakan peluru menjadi berkurang. 



Wednesday, 28 December 2016

Schwerer Gustav : Meriam terbesar yang pernah dibuat oleh umat manusia

Merupakan meriam terbesar di dunia yang pernah dibuat oleh Jerman. Meriam ini didesain dan dikembangkan oleh Krupp, sebenarnya tujuan dari meriam ini adalah untuk menghancurkan garis maginot Perancis yang merupakan sebuah garis pertahanan terkuat di dunia pada saat itu. Namun Perancis sudah menyerah sebelum Gustav beraksi dikarenakan militer Perancis kewalahan dalam menghadapi taktik perang kilat Jerman (Blitzkrieg). Meriam ini memiliki berat 1.350 ton, dengan jangkauan tembak sejauh 47Km, untuk peluru nya sendiri yang memiliki bahan peledak tinggi (High Explosive) memiliki berat 4,8 Ton, dan peluru penetrasi tinggi (High Penetration) memiliki berat sebesar 7,1 ton. Cara memindahkan meriam ini menggunakan metode rakit dan diangkut melalui kereta.

Nah kembali ke sejarah senjata ini. Pada 1941 Jerman menyatakan perang ke Uni Soviet, berbeda dengan Perancis. Pasukan Jerman di Uni Soviet mendapat perlawanan sengit di beberapa kota seperti Sevastopol, Leningrad, Stalingrad, dll. Nah di momen ini Gustav mendapat kesempatan untuk unjuk gigi. Pada Febuari 1942, Gustav dipindahkan ke semenanjung Krimea, sekitar 25 gerbong kereta memanjang sepanjang 1,5 KM dipakai untuk mengangkut potongan Gustav. Disana Gustav membombardir beberapa benteng milik Uni Soviet di kota Sevastopol. Setelah itu Gustav dipindahkan ke Leningrad untuk membombardir kota disana. Karena Gustav sedang disibukan oleh Leningrad yang tak kunjung menyerah walaupun di blokade pasukan Jerman selama kurang lebih 2 tahun. Jerman memproduksi meriam Gustav ke 2 yang dinamakan Dora. Dora ditugaskan untuk membombardir Stalingrad. Namun karena Jerman gagal dalam merebut Stalingrad, Dora pun dengan segera di evakuasi. Senasib dengan Dora, karena gagal nya Jerman di Stalingrad dan Moskow memberikan dampak yang sangat signifikan bagi jalan nya pertempuran di front timur. Tentara merah terus maju sampai Leningrad, Jerman pun mengevakuasi Gustav dengan segera.

Setelah Leningrad Gustav juga pernah dipakai untuk memadamkan pemberontakan di Warsawa, Polandia pada Agustus 1944. Namun gagal beraksi karena pemberontakan sudah padam terlebih dahulu. Pada akhir perang, Gustav berhasil direbut oleh pasukan Amerika Serikat, sedangkan saudarinya Dora dihancurkan oleh Jerman supaya tidak jatuh ke tangan Uni Soviet.

Tuesday, 27 December 2016

Kisah dibalik foto orang Jerman yang menolak memberikan salam hormat ke Hitler

Foto ini diambil pada 13 juni 1936. Ketika Adolf Hitler menghadiri peresmian kapal latihan angkatan laut Jerman, Horst Wessel di galangan kapal Blohm + Voss di Hamburg. Ia adalah August Landmesser. Ia memiliki pengalaman buruk pasca perang dunia 1. Perjanjian Versailes membuat ekonomi Jerman hancur, pengangguran meningkat tajam. Setidak nya tahun 1926 terdapat 2 juta pengangguran di Jerman. Dan 1932, meningkat menjadi 6 juta. Ketika pengangguran membuat rakyat Jerman tak mempercayai pemerintahan Weimar. Momentum inilah dimanfaatkan dengan baik oleh partai Nazi dengan cara membuka lapangan pekerjaan bagi anggota nya, akibatnya banyak rakyat Jerman yang tertarik untuk bergabung dengan partai Nazi. Situasi mulai memanas, ketika orang - orang dengan mudah terpengaruh oleh pidato Hitler yang agresif, namun ada juga yang mengikuti partai Nazi hanya untuk bertahan hidup. 

August Landmesser menjadi anggota partai Nazi pada tahun 1931. Ia tidak terlalu tertarik dengan "kemurnian ras", tetapi ia tetap berpura - pura loyal supaya mendapatkan pekerjaan. Tahun 1935 ia jatuh cinta kepada seorang wanita Yahudi, Irma Eckler. Singkat cerita Irma hamil. Dan mereka berencana untuk segera menikah, namun cita - cita mereka kandas setelah Undang - undang rasisme di sahkan di Jerman. Sudah Jelas undang - undang tersebut melarang pernikahan darah Jerman dengan Yahudi. Undang - undang tersebut berlaku pada 29 Oktober 1935, satu bulan sebelum putri mereka berdua lahir. Mengasuh seorang anak kecil bersama wanita Yahudi, yang sama sekali bukan istri sah nya, di Nazi Jerman adalah sebuah petaka, bahkan ini hanyalah sebuah awal. 

Setelah mendapat intimidasi dan penghinaan selama 2 tahun, Lendmesser bersama keluarga barunya memutuskan untuk kabur dari Jerman melalui perbatasan Denmark, sial nya mereka semua tertangkap. Agust Landmesser didakwa sebagai "penghinaan Ras". Ia dihukum pada Juli 1937, namun dibebaskan karena kurang nya bukti. Setelah menerima beberapa peringatan dari pengadilan, Landmesser dan Irma tetap mencari cara supaya mereka bisa menikah. Akhirnya nasib buruk menimpa Irma Eckler, ia ditangkap Gestapo dan dikirim ke Kamp konsentrasi. Dan Landmasser hanya dihukum penjara biasa. 19 Januari 1941, perang memanas di Eropa. Mesin perang Nazi membutuhkan tenaga kerja, dan Landmesser pun dibebaskan dan menjadi buruh di industri Jerman. Landmasser menjadi buruh selama masa perang dan pada 1944 ia dimasukan ke Strafbatallion. Unit tersebut merupakan penal batallion Jerman yang berisi orang - orang bermasalah seperti perbuatan kriminal, lawan politik, desertir, dsb. Mereka terkadang dikirim sebagai "Cannon Fodder". Dan tentu saja kesempatan hidup di unit ini sangat kecil. Ia bertugas di Balkan untuk menekan gerakan partisan di sana. Ia tewas pada 17 Oktober 1944. Seperti kekasih nya Irma Eckler, kematian nya baru dikonfirmasi setelah penyelidikan pada tahun 1949. Untungnya kedua anak mereka selamat dari perang.