Showing posts with label Teknologi. Show all posts
Showing posts with label Teknologi. Show all posts

Thursday, 29 December 2016

Gun Synchronization Gear

yang diberi lingkaran merah merupakan contoh senapan mesin pesawat yang di taruh dekat baling - baling dan menggunakan synchronization Gear.
Mungkin bagi kalian yang pecinta perang dunia 2 atau yang pernah bermain game perang - perangan pesawat bertema PD2 seperti Warthunder, World Of Warplanes, atau yang lebih lawas kaya Battlestations Pasific, ga asing lagi sama pesawat Jepang, Uni Soviet, Jerman, dan beberapa pesawat Amerika yang menaruh persenjataan pesawat nya di deket baling - baling. Lantas pernah ga sih kalian bertanya - tanya "kok bisa ya sang pilot mampu menembak senapan pesawat nya yang terletak didekat baling - baling tanpa merusak baling - baling pesawat tersebut?"

Pada awal Perang Dunia 1 baik Jerman ataupun Perancis hanya menggunakan pesawat sebagai alat pengintai. Namun para Perwira kedua belah pihak saling berfikir kenapa mereka tidak membuat pesawat yang mampu untuk menghancurkan target. Awal nya kedua pihak menaruh senapan mesin dibadan pesawat yang dioperasikan oleh seorang penembak sementara pilot hanya sibuk menerbangkan pesawat. Namun salah seorang perwira Jerman berpendapat alangkah baiknya jika kita mampu mendesain persenjataan pesawat yang terkoordinasi dengan baling - baling pesawat, karena dianggap lebih efektif. Singkat cerita Gun Synchronization/interrupter tercipta dan mulai diterapkan di pesawat. Alat ini mampu membuat frekuensi hentakan peluru dan putaran baling saling terkoordinasi. Konsep kerjanya cukup sederhana ketika pilot menekan pelatuk senapan mesin pesawat, Interrupter mampu membuat senapan mesin pesawat untuk tidak mengeluarkan peluru ketika baling - baling melewati lubang tembakan, dan kembali menembak ketika baling - baling sudah lewat. Konsep ini terus dipakai pada pesawat perang Dunia 2. Adapun kekurangan yang dimiliki adalah frekuensi hentakan peluru menjadi berkurang. 



Wednesday, 28 December 2016

Schwerer Gustav : Meriam terbesar yang pernah dibuat oleh umat manusia

Merupakan meriam terbesar di dunia yang pernah dibuat oleh Jerman. Meriam ini didesain dan dikembangkan oleh Krupp, sebenarnya tujuan dari meriam ini adalah untuk menghancurkan garis maginot Perancis yang merupakan sebuah garis pertahanan terkuat di dunia pada saat itu. Namun Perancis sudah menyerah sebelum Gustav beraksi dikarenakan militer Perancis kewalahan dalam menghadapi taktik perang kilat Jerman (Blitzkrieg). Meriam ini memiliki berat 1.350 ton, dengan jangkauan tembak sejauh 47Km, untuk peluru nya sendiri yang memiliki bahan peledak tinggi (High Explosive) memiliki berat 4,8 Ton, dan peluru penetrasi tinggi (High Penetration) memiliki berat sebesar 7,1 ton. Cara memindahkan meriam ini menggunakan metode rakit dan diangkut melalui kereta.

Nah kembali ke sejarah senjata ini. Pada 1941 Jerman menyatakan perang ke Uni Soviet, berbeda dengan Perancis. Pasukan Jerman di Uni Soviet mendapat perlawanan sengit di beberapa kota seperti Sevastopol, Leningrad, Stalingrad, dll. Nah di momen ini Gustav mendapat kesempatan untuk unjuk gigi. Pada Febuari 1942, Gustav dipindahkan ke semenanjung Krimea, sekitar 25 gerbong kereta memanjang sepanjang 1,5 KM dipakai untuk mengangkut potongan Gustav. Disana Gustav membombardir beberapa benteng milik Uni Soviet di kota Sevastopol. Setelah itu Gustav dipindahkan ke Leningrad untuk membombardir kota disana. Karena Gustav sedang disibukan oleh Leningrad yang tak kunjung menyerah walaupun di blokade pasukan Jerman selama kurang lebih 2 tahun. Jerman memproduksi meriam Gustav ke 2 yang dinamakan Dora. Dora ditugaskan untuk membombardir Stalingrad. Namun karena Jerman gagal dalam merebut Stalingrad, Dora pun dengan segera di evakuasi. Senasib dengan Dora, karena gagal nya Jerman di Stalingrad dan Moskow memberikan dampak yang sangat signifikan bagi jalan nya pertempuran di front timur. Tentara merah terus maju sampai Leningrad, Jerman pun mengevakuasi Gustav dengan segera.

Setelah Leningrad Gustav juga pernah dipakai untuk memadamkan pemberontakan di Warsawa, Polandia pada Agustus 1944. Namun gagal beraksi karena pemberontakan sudah padam terlebih dahulu. Pada akhir perang, Gustav berhasil direbut oleh pasukan Amerika Serikat, sedangkan saudarinya Dora dihancurkan oleh Jerman supaya tidak jatuh ke tangan Uni Soviet.