Saturday, 24 December 2016

Kebun Manusia

Anak kecil Afrika yang dipamerkan di kebun manusia, Brussel, Belgia 1958
Kebun manusia pertama kali berdiri sekitar abad 16, dimana manusia dari negara jajahan terutama di benua Afrika dan Amerika diambil dan ditaruh di kandang untuk dipamerkan kepada orang - orang banyak atau hanya sekedar sebagai koleksi pribadi. Orang Eropa pada masa itu percaya bahwa orang kulit hitam merupakan peralihan evolusi dari primata ke manusia kulit putih. Kegiatan ini sering mendapat kecaman dan kritik karena dianggap sebagai tindakan rasial dan biadab.
 
Awal perkembangan dari kebun manusia dipercaya berawal dari masa renaisans dimana sebuah keluarga bangsawan di Italia bernama Medici memiliki hobi mengoleksi binatang eksotis dan berbagai macam manusia dari berbagai ras lalu dikumpulkan disebuah "kebun binatang" pribadi yang berada di Vatican. Pada akhir abad 19 kebun manusia mulai populer di kalangan orang Eropa. Kebun manusia bisa mudah ditemukan di kota - kota besar di Eropa seperti Paris, London, Brussel, Berlin, Antwerp, dll.

Museum sejarah hidup
Seiring gencarnya kritik dari kaum humanis, maupun dari orang kulit hitam itu sendiri praktik kebun manusia mulai perlahan ilang. Namun untuk saat ini museum sejarah hidup dipastikan merupakan salah satu bentuk kebun manusia (namun untuk yang ini lebih manusiawi), dimana pada museum tersebut terdapat karyawan atau relawan memakai pakaian dan melakukan aktivitas sehari - hari dalam budaya lain pada periode tertentu seperti bercocok tanam, beternak ayam, memasak dll. Sementara pengunjung menyaksikan aktivitas mereka.
 



2 comments: